Memulai

Dua cara memasang WorshipDeck: di server sendiri, yang menjadi cara utama, atau dengan installer desktop Windows yang masih eksperimental. Setelah itu, ibadah pertama yang bisa disiapkan dalam sekitar 10 menit.

Ditulis untuk WorshipDeck 0.1.1

Di Server Sendiri (Disarankan)

Menjalankan WorshipDeck di server atau komputer di jaringan gereja adalah cara utama memakainya. Konsol operator, layar jemaat, dan remote ponsel lalu dibuka lewat browser. Anda butuh Go 1.24 atau lebih baru dan Node.js 22.12 atau lebih baru.

  1. Ambil Kodenya

    Clone repositori ini, lalu jalankan npm install di dalamnya.

  2. Siapkan

    npm run setup membuat .env dengan secret baru, membuat database berisi buku lagu SDAH dan Alkitab KJV tanpa tata letak, dan menampilkan kata sandi admin yang dibuatnya. Aman dijalankan ulang: perintah ini tidak pernah menimpa .env atau database yang sudah ada.

  3. Jalankan

    npm run spa:build lalu npm start menyajikan semuanya dari port 3000. Buka alamat itu di browser dan masuk sebagai admin.

git clone https://github.com/wiradeltaid/worship-deck.git
cd worship-deck
npm install
npm run setup
npm run spa:build
npm start
Sajikan di balik HTTPS, juga di jaringan gereja. Jaga agar secret di .env unik untuk instalasi Anda dan tidak masuk repositori mana pun, lalu cadangkan database dan folder unggahan. Halaman keamanan memuat daftar yang perlu diperiksa.

Kalau Anda ingin mengubah kodenya, jalankan npm run dev: API Go di port 3000 dan server pengembangan React di port 5173.

Installer Desktop Windows (Eksperimental)

Installer desktop masih eksperimental. Uji dulu di komputer yang akan dipakai sebelum ibadah bergantung padanya. Installer belum punya tanda tangan digital (code signing), jadi Windows SmartScreen mungkin memberi peringatan saat pertama dijalankan.

Gunakan installer pada komputer multimedia gereja yang memakai Windows 10 atau Windows 11 (64-bit).

  1. Unduh Installer

    Unduh WorshipDeck-0.1.1-x64-setup.exe dari halaman rilis GitHub.

  2. Jalankan Installer

    Installer ini tersedia dalam bahasa Inggris dan Indonesia, mengikuti bahasa tampilan Windows, dan menampilkan teks Lisensi MIT sebelum pemasangan. WorshipDeck terpasang di profil pengguna Anda (%LocalAppData%\WorshipDeck), jadi Anda tidak memerlukan hak administrator.

  3. Buka WorshipDeck

    WorshipDeck terbuka sebagai window desktop sendiri, dengan entri taskbar dan ikonnya sendiri, bukan tab browser. Saat pertama kali dibuka, WorshipDeck membuat database SQLite lokal dan memuat Seventh-day Adventist Hymnal (695 lagu) serta Alkitab King James Version. Keduanya berbahasa Inggris. Belum ada tata letak: buat di canvas atau impor slide dari PowerPoint.

Saat Anda memasang versi baru di atas versi lama, database (data.db), tata letak Anda, dan flyer pengumuman yang sudah diunggah tetap tersimpan. Saat uninstall, WorshipDeck menanyakan apakah folder data yang tersimpan lokal ikut dihapus; jawaban bawaannya Tidak, jadi data Anda tetap tersimpan kecuali Anda memilih menghapusnya.

Ibadah Pertama Anda

Panduan ini memakan waktu sekitar 10 menit. Lakukan sebelum hari ibadah untuk memeriksa komputer dan proyektor Anda.

  1. Buat Ibadah Baru

    Buka WorshipDeck, lalu pilih Services → New.

  2. Tempel Susunan Acara

    Tempel teks susunan acara ke kotak input. Contoh:

    SABBATH, OCTOBER 10, 2026
    Opening Song: SDAH #159 The Old Rugged Cross
    Verse Reading: John 3:16-17
    Sermon: Pr. Arthur Pendelton "Steady Light"
    Closing Song: SDAH #249 Praise Him! Praise Him!
  3. Buat Slide

    Klik Baca susunan acara. Parser mencari nomor lagu di buku lagu lokal dan menyusun rencana slide. Baris yang tidak dikenali tetap ditampilkan agar bisa Anda periksa.

  4. Buka Konsol Operator

    Klik Presentasikan. Konsol operator terbuka di layar utama Anda.

  5. Buka Layar Jemaat

    Pada bilah atas konsol operator, klik Buka layar jemaat. Window 16:9 akan terbuka. Geser window ini ke layar kedua atau proyektor, lalu tekan F11 agar tampil penuh tanpa bingkai.

  6. Uji Kontrolnya

    Tekan Space untuk pindah ke slide berikutnya, lalu tekan B untuk memastikan layar bisa dikosongkan.

Yang Seharusnya Terlihat

Jika semuanya sudah siap:

  • Layar operator menampilkan konsol gelap berisi slide saat ini, slide berikutnya, dan urutan acara.
  • Layar jemaat menampilkan teks slide di tengah kanvas 16:9, tanpa bingkai window atau tombol.
  • Saat Anda menekan B, layar jemaat menjadi hitam, dan konsol operator tetap menandai slide yang sedang aktif.