Di Server Sendiri (Disarankan)
Menjalankan WorshipDeck di server atau komputer di jaringan gereja adalah cara utama memakainya. Konsol operator, layar jemaat, dan remote ponsel lalu dibuka lewat browser. Anda butuh Go 1.24 atau lebih baru dan Node.js 22.12 atau lebih baru.
-
Ambil Kodenya
Clone repositori ini, lalu jalankan
npm installdi dalamnya. -
Siapkan
npm run setupmembuat.envdengan secret baru, membuat database berisi buku lagu SDAH dan Alkitab KJV tanpa tata letak, dan menampilkan kata sandi admin yang dibuatnya. Aman dijalankan ulang: perintah ini tidak pernah menimpa.envatau database yang sudah ada. -
Jalankan
npm run spa:buildlalunpm startmenyajikan semuanya dari port3000. Buka alamat itu di browser dan masuk sebagaiadmin.
git clone https://github.com/wiradeltaid/worship-deck.git cd worship-deck npm install npm run setup npm run spa:build npm start
.env unik untuk instalasi Anda dan tidak masuk repositori mana pun, lalu cadangkan database dan folder unggahan. Halaman keamanan memuat daftar yang perlu diperiksa.
Kalau Anda ingin mengubah kodenya, jalankan npm run dev: API Go di port 3000 dan server pengembangan React di port 5173.
Installer Desktop Windows (Eksperimental)
Gunakan installer pada komputer multimedia gereja yang memakai Windows 10 atau Windows 11 (64-bit).
-
Unduh Installer
Unduh
WorshipDeck-0.1.1-x64-setup.exedari halaman rilis GitHub. -
Jalankan Installer
Installer ini tersedia dalam bahasa Inggris dan Indonesia, mengikuti bahasa tampilan Windows, dan menampilkan teks Lisensi MIT sebelum pemasangan. WorshipDeck terpasang di profil pengguna Anda (
%LocalAppData%\WorshipDeck), jadi Anda tidak memerlukan hak administrator. -
Buka WorshipDeck
WorshipDeck terbuka sebagai window desktop sendiri, dengan entri taskbar dan ikonnya sendiri, bukan tab browser. Saat pertama kali dibuka, WorshipDeck membuat database SQLite lokal dan memuat Seventh-day Adventist Hymnal (695 lagu) serta Alkitab King James Version. Keduanya berbahasa Inggris. Belum ada tata letak: buat di canvas atau impor slide dari PowerPoint.
data.db), tata letak Anda, dan flyer pengumuman yang sudah diunggah tetap tersimpan. Saat uninstall, WorshipDeck menanyakan apakah folder data yang tersimpan lokal ikut dihapus; jawaban bawaannya Tidak, jadi data Anda tetap tersimpan kecuali Anda memilih menghapusnya. Ibadah Pertama Anda
Panduan ini memakan waktu sekitar 10 menit. Lakukan sebelum hari ibadah untuk memeriksa komputer dan proyektor Anda.
-
Buat Ibadah Baru
Buka WorshipDeck, lalu pilih Services → New.
-
Tempel Susunan Acara
Tempel teks susunan acara ke kotak input. Contoh:
SABBATH, OCTOBER 10, 2026 Opening Song: SDAH #159 The Old Rugged Cross Verse Reading: John 3:16-17 Sermon: Pr. Arthur Pendelton "Steady Light" Closing Song: SDAH #249 Praise Him! Praise Him!
-
Buat Slide
Klik Baca susunan acara. Parser mencari nomor lagu di buku lagu lokal dan menyusun rencana slide. Baris yang tidak dikenali tetap ditampilkan agar bisa Anda periksa.
-
Buka Konsol Operator
Klik Presentasikan. Konsol operator terbuka di layar utama Anda.
-
Buka Layar Jemaat
Pada bilah atas konsol operator, klik Buka layar jemaat. Window 16:9 akan terbuka. Geser window ini ke layar kedua atau proyektor, lalu tekan F11 agar tampil penuh tanpa bingkai.
-
Uji Kontrolnya
Tekan Space untuk pindah ke slide berikutnya, lalu tekan B untuk memastikan layar bisa dikosongkan.
Yang Seharusnya Terlihat
Jika semuanya sudah siap:
- Layar operator menampilkan konsol gelap berisi slide saat ini, slide berikutnya, dan urutan acara.
- Layar jemaat menampilkan teks slide di tengah kanvas 16:9, tanpa bingkai window atau tombol.
- Saat Anda menekan B, layar jemaat menjadi hitam, dan konsol operator tetap menandai slide yang sedang aktif.